5 Rukun Khutbah Jumat Yang Wajib Disampaikan Khatib

5 Rukun Khutbah Jumat dan Bacaannya

Shalat Jumat adalah ibadah pengganti shalat dzuhur yang wajib dikerjakan oleh laki laki Muslim setiap hari Jumat. Shalat Jumat tidak wajib dikerjakan oleh perempuan, kanak kanak, hamba sahaya, dan juga orang yang sedang dalam perjalanan.

Allah SWT berfirman :

“Hai orang orang yang beriman apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat. Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual-beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.’’

Rasulullah SAW berkata, “Jumat itu hak yang wajib dikerjakan oleh tiap tiap orang Islam dengan berjamaah bersama sama, dikecualikan empat macam : 1. Hamba Sahaya, 2. Perempuan, 3. Kanak kanak, dan 4. Orang sakit.’’ (HR. Abu Dawud dan Hakim).

Rasulullah SAW bersabda, “Hendaklah berhenti beberapa golongan dari meninggalkan shalat Jumat, kalau tidak Allah akan mencap hati mereka, kemudian mereka akan dimasukkan dalam golongan orang yang lalai.” (HR. Muslim), yang dimaksud dari kata berhenti disini adalah untuk menunaikan shalat Jumat.

Jika shalat dzuhur dikerjakan dalam empat rakaat, shalat Jumat hanya dikerjakan dalam dua rakaat saja. Shalat Jumat memiliki syarat serta ketentuan yang berbeda dari shalat dzuhur. Salah satu syarat syahnya shalat Jumat adalah adanya khutbah yang harus disampaikan khatib kepada para jamaah yang hadir. Tujuan khutbah shalat Jumat adalah sebagai nasihat sekaligus peringatan untuk senantiasa mentaati perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya.

Perintah dan larangan tersebut tertuang dalam salah satu isi khutbah Jumat yang wajib disampaikan Khatib kepada para jamaah. Hal tersebut berupa wasiat takwa kepada Allah SWT. Berikut 5 rukun khutbah Jumat yang wajib disampaikan Khatib :

1. Memuji Allah Di Khutbah Pertama Dan Kedua

Yang dimaksud memberikan pujian kepada Allah disini adalah dengan mengucapkan lafadz seperti “Alhamdulillah”, “Nahmadu lillah”, “Lillahi al hamdu”, “Innalhamda lillah”, “Hamidu Allah”, dan bisa juga melafadzkan “Asy-syukru lillahi.”

2. Membaca Sholawat Nabi Di Kedua Khutbah

Sholawat nabi di kedua khutbah ini wajib dilafadzkan dengan jelas saat shalat Jumat. Setidaknya ada ucapan sholawat seperti “shalli ala Muhammad”, atau “as-shalatu ala Muhammad”, atau “ana mushallai ala Muhammad”.

Salah satu contoh bunyi sholawat nabi yang bisa diucapkan saat khutbah shalat Jumat adalah : “’Allahumma sholli wa sallam alaa muhammadin wa alaa alihii wa ash haabihi wa man tabiahum bi ihsaani ilaa yaumiddiin.”

3. Berwasiat Ketakwaan Di Kedua Khutbah

Isi khutbah shalat Jumat harus mengandung pesan kebaikan seperti mengajak pada ketakwaan dan menjauhi kemunkaran. Hal tersebut bisa diucapkan dengan kata kata seperti ini :

  • “Athiullaha” artinya “taatilah Allah”
  • “Ittaqullaha” artinya “bertakwalah kepada Allah”
  • “Inzajiru ‘anil makshiyat” artinya “jauhilah maksiat”

4. Membaca Ayat Al Quran Disalah Satu Khutbah

Rukun yang keempat adalah membaca ayat suci Al Quran dalam salah satu khutbah, tapi lebih utama dibaca ketika sesi pertama. Jika diterjemahkan, setidaknya ayat ini harus dibaca satu kalimat lengkap. Bukan potongan ayat karena jika diartikan tidak bisa dimengerti maksudnya.

5. Berdoa Untuk Kaum Mukmin Di Khutbah Terakhir

Terdapat dua doa yang wajib dibaca Khatib di khutbah terakhir, yaitu :

  • “Allahumma ajirna minannar” yang berarti “Ya Allah semoga Engkau menyelamatkan kami dari neraka.”
  • “Allahuma ighfir lil muslimin wal muslimat” yang berarti “Ya Allah ampunilah kaum muslimin dan muslimah.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *